BASIC 08 : HPP DAN MK

•April 26, 2008 • Leave a Comment

 Kini Anda sudah mengetahui bahwa untuk memasuki pasar ekspor bukan hanya soal produk dan faktor-faktor pendukungnya, melainkan kesiapan itu datang dari diri Anda sendiri.

Sekarang kita akan mengupas soal produk secara intrinsik, karena kita telah meyakini bahwa produk Anda layak dan diri Anda siap buat memasuki pasar ekspor. Mungkin Anda ingat saya telah memohon agar Anda memperhatikan serta mengamati produk Anda.

Produk Anda mewujud oleh sebab adanya rangkaian kegiatan yang artinya adalah juga adanya satuan biaya. Masalahnya kini apakah biaya untuk mewujudkan dan membuat produk Anda tersebut masuk akal atau tidak masuk akal. Untuk ini secara umum orang menyebutnya HPP (Harga Pokok Produk). HPP yang masuk akal yang saya maksudkan adalah satuan biaya yang dibutuhkan untuk membuat per satuan produk. Saya pikir kita cukup memiliki konsep matematis sederhana dan logika berpikir yang jernih. Sayangnya (dan patut kita sesali) saat kita menghitung dan kemudian membakukan perhitungan HPP, kita kerap tergoda memasukan satuan biaya macam-macam yang tidak seharusnya ditanggung oleh pembeli.  

Jadi makna HPP sebenarnya sama dengan produk ; maksudnya adalah perhitungan HPP Anda juga mencerminkan siapa diri Anda sesungguhnya. Dan jika ditarik panjang dalam satu mata rantai akan terlihat pula bagaimana cara Anda mengapresiasikan Margin Keuntungan (MK) di dalam merumuskan harga jual produk Anda. Dengan demikian kita sebenarnya sudah dapat mendeteksi sejak awal menghitung HPP apakah produk Anda dapat sukses atau sebaliknya, crash landing, di dalam pasar ekspor.

Hal lain lagi sebenarnya metoda yang paling mudah adalah dengan perolehan informasi berapa harga jual pesaing (umumnya Anda sulit memperoleh data ini) tapi dengan perkiraan dan informasi dari pihak ketiga kita senantiasa akan memperolehnya. Jika harga pesaing lebih rendah, bukan berarti harga Anda harus lebih rendah, tapi Anda harus mengkaji apa kelebihan produk Anda dengan produk pesaing. Jika memang ada kelebihan pada produk Anda, pertanyaan yang perlu Anda jawab adalah apakah kelebihan produk Anda itu patut dihargai senilai perbedaan harga yang timbul antara harga produk Anda dengan harga pesaing. Tapi juga sebaliknya, jika produk Anda tidak memiliki kelebihan apa pun dan bahkan tingkatnya di bawah pesaing ; itu artinya ada yang salah dalam perhitungan HPP serta besaran MK yang Anda sasarkan.

Continue reading ‘BASIC 08 : HPP DAN MK’

BASIC 07 : BANGKITLAH INDONESIAKU

•April 20, 2008 • 3 Comments

Makanan favorit saya disamping Gado-gado adalah Tahu Lontong. Di Malang ada Tahu Lontong yang ueenak buangeeet ; namanya Tahu Lontong Gang Lonceng. Seperti juga sore tadi saya harus antre dulu untuk mendapat tempat duduk buat menikmati makanan favorit saya ini. Setelah cukup lama antre, akhirnya saya memperoleh tempat duduk dan memesan satu porsi dengan rasa pedas cukupan plus es teh (yang pasti disajikan pakai gula, maklum Jawa Timur).

Jangan kuatir tulisan ini sebenarnya bukan mau bercerita pada Anda soal Tahu Lontong ; tapi tetap masih soal produk. Mari Anda simak, sambil menunggu pesanan saya dibuat ; saya mengambil satu kantong rambak atau kerupuk kulit sapi – lumayan buat mengganjal dulu perut yang lapar. Sambil menikmati rambak yang memang enak ini, saya tertegun memperhatikan etiket merek sang rambak.

Mata saya terpaku pada kata-kata “Bangkitlah Indonesiaku” ; saya merasa diri saya tersengat listrik ribuan volt. Saya terkejut (koq ya baru sekarang menyadari padahal saya kerap makan di tempat ini). Saya kagum. Dan saya terpesona. Ini cuma urusan label merek untuk produk yang sederhana, jika boleh saya istilahkan demikian ; wong cuma rambak koq ; tapi sang produsen tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi sehingga menambahkan kata-kata Bangkitlah Indonesiaku !

Saya ingat ketika hari terakhir di Sydney, tentunya saya harus membeli dan membawa pulang oleh-oleh buat keluarga saya. Sayangnya uang saya sudah pas-pas’an. Dan saya cukup lelah harus menghitung-hitung di luar kepala setiap ketemu barang dengan label Australian Made. Dan mohon Anda jangan bilang pada keluarga saya akhirnya saya beli souvenir yang semuanya bikinan Cina ; dengan harga lebih miring tapi tetap dibeli di kawasan Darling Harbour, Sydney.

Continue reading ‘BASIC 07 : BANGKITLAH INDONESIAKU’

BASIC 06 : SEPERTI APAKAH PRODUK ANDA ?

•April 20, 2008 • Leave a Comment

 

Jika memang Anda berpikir dan merasa mantap bahwa diri Anda telah sungguh siap untuk memasuki pasar ekspor. Kini tentunya Anda harus memiliki produk atau jasa yang akan Anda promosikan dan pasarkan ke pasar ekspor. Untuk memudahkan Anda dalam tulisan-tulisan tutorial ini saya akan istilahkan produk.

Kini ambil produk Anda dan pandangilah dengan seksama. Saya mendorong Anda untuk menjawab dengan jujur beberapa pertanyaan sambil tanpa henti memandangi produk milik Anda, yaitu :

1. Apakah produk Anda merupakan produk yang unik, invoatif, menarik dan berdaya-guna ?

2. Apakah produk Anda adalah hasil cipta Anda sendiri ?

3. Apakah produk Anda merupakan ekspresi total dari integritas Anda ?

4. Apakah produk Anda terjangkau untuk dibeli ?

5. Apakah produk Anda dapat terus menerus dikembangkan ?

Jika Anda menjawab lebih banyak tidaknya ; maka itu artinya produk Anda masih belum layak untuk memasuki pasar ekspor. Nah, jika Anda tidak tahu untuk menjawab pertanyaan diatas artinya baik diri Anda mau pun produk Anda masih harus diperlengkapi.

Perlu Anda pahami produk adalah hasil kerja Anda atau perusahaan Anda. Produk mewakilkan keberadaan dari kemampuan Anda. Produk yang asal-asalan adalah produk yang gagal. Asal-asalan disini dalam arti serba tidak memenuhi standar baku kelayakan. Percaya atau tidak bahwa produk Anda juga dapat mencerminkan pendapat negatif terhadap negara kita. Produk Jepang era tahun 1950 – 1960’an dikenal sebagai produk asal-asalan. Tapi orang Jepang mau belajar dan cukup dalam satu dekade kemudian produk Jepang adalah produk yang berkualitas.

Oleh sebab itu produk Anda harus sungguh-sungguh produk terbaik yang dapat Anda hasilkan untuk ditawarkan kepada dunia. Tapi masih ada satu masalah penting bahwa produk terbaik bagi Anda adalah belum tentu produk terbaik bagi orang lain di manca negara. Lantas apa sikh yang membuat suatu produk yang memang sudah baik tapi lebih tertopang lagi sehingga dapat ajek di pasar ekspor ?

Continue reading ‘BASIC 06 : SEPERTI APAKAH PRODUK ANDA ?’

BASIC 05 : PERSIAPKAN DIRI ANDA SEKARANG

•April 14, 2008 • 1 Comment

Sun Tzu pernah menulis ribuan tahun sebelum Masehi, pelajarilah musuhmu, maka engkau akan memenangkan seribu pertempuran melawannya. Mempelajari adalah identik dengan persiapan. Kita sudah bersama-sama pergi ke pameran dagang ekspor pada tulisan lalu, disana kita sudah menjumpai fenomena klasik yang memiriskan hati. Bayangkan jika ikut pameran dagang ekspor Anda tidak melakukan persiapan apa pun. Sungguh saya tidak ingin Anda berprilaku demikian. Anda akan buang dana, tenaga, upaya dan juga harapan.

Kini bentuk persiapan apa yang harus Anda lakukan ?  Saya akan mulai dari diri Anda sendiri. Untuk memunculkan integritas yang Anda miliki, Anda harus mengubah paradigma berpikir Anda. Yaitu dimulai dengan :

1. Anda harus memperluas wawasan Anda. Janganlah minder jika Anda tidak memiliki pengalaman akademik. Percayalah, para pengusaha yang melakukan ekspor 85% bukan orang sekolahan, tapi para marketing export manager 85% adalah orang sekolahan sampai S2. Intinya adalah pada wawasan. Wawasan bukan cuma konsep pikir Anda tapi merupakan kesatuan dari kesadaran, pemahaman, itikad baik, ketulusan, rasa syukur, pemaaf, tidak serakah, ikhlas, taqwa dan hal-hal luhur lain yang ada dalam hati manusia. Kedengarannya idealis mungkin. Tapi itu hal paling pokok yang saya alami sendiri (maaf bukan berarti saya termasuk orang seperti itu, percayalah pada punggung saya belum tumbuh sepasang sayap). Wawasan Anda yang akan menentukan dan bisa jadi motor penggerak bagi apa pun yang akan Anda lakukan untuk memasuki pasar ekspor.

2. Hancurkan mitos-mitos yang bilang keadaan lagi sulit, Anda kudu pinter berbahasa Inggeris, masuk pasar ekspor itu sulit dan sebagainya. Tidak. Tidak. Tidak. Seluruh mitos yang dibentuk orang-orang disekeliling Anda umumnya 100% bersifat menghalangi. Percaya atau tidak dalam banyak kasus orang yang paling mendukung Anda adalah isteri/suami Anda. Mitos terbentuk supaya kelihatan dan kedengeran keren, supaya kagak ada pesaing lain, timbul dari rasa serakah, iri dan seterusnya. Abaikan semua ini. Yakinlah Anda memiliki kemampuan. Jika Anda berpikir banyak kekurangan dalam diri Anda, itu bagus karena artinya Anda sadar dengan kekurangan yang Anda miliki sehingga mendorong Anda untuk memperbaikinya. Jadikan semua itu masuk telinga kiri dan biarkan keluar dari telinga kanan Anda.

3. Belajar berpikir global. Intinya Anda kagak sendirian di planet Bumi ini. Masih ada sekitar 6,3 milliar minus satu orang (diri Anda) yang hidup saat ini. Jika Anda berpikir lokal, maksud saya cuma sekitar dimana Anda tinggal ; kini Anda harus belajar berpikir seluas kelurahan, lalu seluas kecamatan, kotamadya, propinsi, negara dan akhirnya ke negara-negara tetangga. Mohon Anda dapat memahami apa yang saya maksudkan. Hal ini penting agar Anda siap menghayati bahwa pasar ekspor itu tidak seperti yang kita pikirkan. Tapi jangan gentar, justeru akan amat menarik hati dan banyak tantangan yang harus kita jawab. Dan dibalik itu semua ada kompensasi tentu yang akan Anda peroleh.

Continue reading ‘BASIC 05 : PERSIAPKAN DIRI ANDA SEKARANG’

BASIC 04 : JALAN-JALAN KE PAMERAN

•April 14, 2008 • Leave a Comment

Dari tiga tulisan saya sebelumnya, saya mengharapkan Anda telah dapat menangkap apa yang saya rindukan untuk Anda peroleh. Yakni untuk memasuki pasar ekspor dimulai dari dalam diri Anda sendiri, proses ini jelas membutuhkan waktu dan terakhir adalah integritas. Pertanyaan yang pasti timbul dalam pikiran Anda : jika demikian, kapan dong jadinya. Maaf saya tidak ingin terburu-buru.

Hari ini, saya akan ajak Anda berjalan-jalan mengunjungi sebuah pameran dagang khusus untuk ekspor. Katakanlah demikian. Jika Anda termasuk orang yang sulit membayangkan, mohon pejamkan mata Anda sejenak dan tarik napas. Bayangkan kita sekarang sudah berada di dalam sebuah hall pameran dagang yang dipenuhi oleh pengunjung dalam dan luar negeri.

Saya mau katakan pada Anda bahwa semua peserta yang berpartisipasi dalam pameran ini seluruhnya ingin mengekspor produknya. Mereka yang baru pertama kali tampil dan yang sudah berkali-kali tampil. Saya tidak ingin mengajak Anda memasuki booth yang sudah berkali-kali tampil. Karena percuma bagi Anda. Saya akan mengajak ke sebuah booth milik sebuah perusahaan yang tampaknya baru pertama kali tampil.

” Selamat siang, Bapak ”  Sapa saya pada seseorang yang menjaga booth, Anda berdiri disamping saya sambil memperhatikan. ” Bagaimana Bapak apa sudah ada order ? ”  Tanya saya lagi. Bapak yang memakai kemeja batik ini menggeleng tapi tetap tersenyum penuh semangat. Maklum, ini hari pertama pameran.

Continue reading ‘BASIC 04 : JALAN-JALAN KE PAMERAN’

BASIC 03 : MILIKILAH INTEGRITAS

•April 13, 2008 • Leave a Comment

 Dalam tulisan saya sebelumnya dikatakan memasuki pasar ekspor itu mudah dan pada tulisan selanjutnya membutuhkan waktu. Buat Anda kedengarannya kontradiktif. Baiklah, saat ini saya ingin mengajak Anda memahami dahulu esensi dari sikap diri yang amat diperlukan untuk memasuki pasar ekspor. Karena jika Anda tidak memahami maka Anda akan cenderung melakukan kesalahan mendasar yang pernah saya buat bertahun-tahun lalu.

Dulu saya jenis manusia yang suka menggampangkan setiap kegiatan kerja. Akibatnya apa pun yang saya lakukan saya selalu dan rajin mengambil jalan pintas. Tapi rupanya sekali ini saya kena batunya. Kegiatan ekspor adalah kegiatan yang berupa mata rantai dari banyak kegiatan yang saling bertalian dan bersifat kompleks. Jika kita melakukan hal yang salah pada kegiatan no. 2 misalnya, maka jangan berharap kegiatan akhir pada no. 10 ; hasilnya akan sempurna. Mohon yang ini Anda terima dulu, kelak saya akan menjelaskannya bagi Anda. Maka karena saya demen banget menggampangkan semua hal, akibatnya perusahaan tempat saya bekerja mengalami kerugian besar gara-gara ulah saya ; karena adanya kesalahan dalam dokumentasi ekspor. Itu baru yang pertama dan yang kedua soal barang dalam kontainer yang berbeda spesifikasinya. Masih ada yang ketiga, kontainer harus dire-ekspor alias Kembali ke Jakarta (pinjam judul lagunya Koes Plus).

Oleh sebab itu kata kunci yang harus kita pahami dan miliki adalah soal integritas diri. Jangan pernah menggampangkan semua hal. Pandang semuanya dalam sudut pandang yang seluas-luasnya. Dan di dalam benak Anda seakan-akan sudah ada sebuah diagram kait-mengait antara suatu kegiatan dengan kegiatan-kegiatan  lainnya sampai yang paling ujung. Seorang teman bilang pada saya mirip Diagram PERT, jika Anda pernah belajar Operational Management ; atau diagram-diagram lainnya yang Anda telah kenal untuk memudahkan Anda menangkap apa yang saya maksudkan.

Continue reading ‘BASIC 03 : MILIKILAH INTEGRITAS’

BASIC 02 : MEMASUKI PASAR EKSPOR MEMBUTUHKAN WAKTU

•April 13, 2008 • Leave a Comment

Mari belajar dari salah satu acara di sebuah televisi swasta. Acara tentang desain rumah. Para pemirsa akan terpesona bagaimana sebuah rumah demikian apik serta nyaman buat ditinggali. Entah itu bergaya minimalis, klasik, eklektik dan seterusnya. Tapi tahukah Anda bahwa terlepas dari tampilan desain nan mempesona  sesungguhnya dibalik ini semua adalah kemampuan finansial yang empunya rumah yang membiayai seluruh tetek bengek pembangunan rumah ini. Itulah mengapa sang rumah sampai masuk televisi segala.

Jadi kerap kali mata kita suka mendustai diri kita. Kita kagum pada apa yang kita lihat, tapi kita cenderung memandang remeh apa yang tidak dapat kita lihat. Kini kembali pada soal pemasaran ekspor. Ketika kita melihat sebuah perusahaan sukses melakukan ekspor secara rutin dan konsisten, kita kagum setengah mati dengan apa yang kita lihat. Tapi kita cenderung mengabaikan perjuangan serta pergumulan perusahaan ini ketika mengawali kegiatannya untuk melakukan ekspor. Yang bisa jadi itu lima atau bahkan sepuluh tahun lalu. Kini Anda ingin perusahaan Anda seperti perusahaan ini.

Keinginan Anda bukanlah dosa. Keinginan yang amat wajar. Tapi yang tidak wajar adalah kerap orang lebih suka hasil ketimbang proses. Untuk apa pun di Bumi ini adalah hasil yang luar biasa harus melalui proses panjang yang berdarah-darah. Konsep instant yang sedang marak saat ini bisa jadi solusi dan bisa jadi petaka. Sebab sepanjang yang saya ketahui kegiatan pemasaran ekspor adalah sungguh sama sekali tidak bersifat instant. Kelak Anda akan memahami mengapa saya berpendapat seperti diatas. Jadi untuk saat ini mohon Anda terima dulu pendapat ini. Kegiatan pemasaran ekspor membutuhkan ketekunan, konsistensi, tekad yang besar, pantang menyerah dan lebih dari segalanya yaitu  membutuhkan seluruh hal yang terbaik yang ada di dalam diri kita sendiri.

Continue reading ‘BASIC 02 : MEMASUKI PASAR EKSPOR MEMBUTUHKAN WAKTU’

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.