BASIC 06 : SEPERTI APAKAH PRODUK ANDA ?

 

Jika memang Anda berpikir dan merasa mantap bahwa diri Anda telah sungguh siap untuk memasuki pasar ekspor. Kini tentunya Anda harus memiliki produk atau jasa yang akan Anda promosikan dan pasarkan ke pasar ekspor. Untuk memudahkan Anda dalam tulisan-tulisan tutorial ini saya akan istilahkan produk.

Kini ambil produk Anda dan pandangilah dengan seksama. Saya mendorong Anda untuk menjawab dengan jujur beberapa pertanyaan sambil tanpa henti memandangi produk milik Anda, yaitu :

1. Apakah produk Anda merupakan produk yang unik, invoatif, menarik dan berdaya-guna ?

2. Apakah produk Anda adalah hasil cipta Anda sendiri ?

3. Apakah produk Anda merupakan ekspresi total dari integritas Anda ?

4. Apakah produk Anda terjangkau untuk dibeli ?

5. Apakah produk Anda dapat terus menerus dikembangkan ?

Jika Anda menjawab lebih banyak tidaknya ; maka itu artinya produk Anda masih belum layak untuk memasuki pasar ekspor. Nah, jika Anda tidak tahu untuk menjawab pertanyaan diatas artinya baik diri Anda mau pun produk Anda masih harus diperlengkapi.

Perlu Anda pahami produk adalah hasil kerja Anda atau perusahaan Anda. Produk mewakilkan keberadaan dari kemampuan Anda. Produk yang asal-asalan adalah produk yang gagal. Asal-asalan disini dalam arti serba tidak memenuhi standar baku kelayakan. Percaya atau tidak bahwa produk Anda juga dapat mencerminkan pendapat negatif terhadap negara kita. Produk Jepang era tahun 1950 – 1960′an dikenal sebagai produk asal-asalan. Tapi orang Jepang mau belajar dan cukup dalam satu dekade kemudian produk Jepang adalah produk yang berkualitas.

Oleh sebab itu produk Anda harus sungguh-sungguh produk terbaik yang dapat Anda hasilkan untuk ditawarkan kepada dunia. Tapi masih ada satu masalah penting bahwa produk terbaik bagi Anda adalah belum tentu produk terbaik bagi orang lain di manca negara. Lantas apa sikh yang membuat suatu produk yang memang sudah baik tapi lebih tertopang lagi sehingga dapat ajek di pasar ekspor ?

Jawabannya sederhana ; dunia hari ini cuma berpusat pada tiga tuntutan dasar : Kecepatan, Kemudahan dan Kenyaman. Yaitu kecepatan dalam pelayanan, jadi produk Anda bisa cepat disajikan/diproduksi dan semacamnya. Kemudahan yaitu bicara soal mudahnya pelanggan menjangkau baik harga maupun saluran distribusi. Serta kenyaman yaitu memberikan daya guna yang bukan cuma dari produk melainkan juga kelebihan-kelebihan lainnya yang terkandung sehingga pelanggan merasa nyaman mengkonsumsi produk Anda.

Jadi mari pandangi produk Anda dengan sudut pandang kritis ; perkaya dan sempurnakan produk Anda terus menerus bahkan sampai melampaui apa yang Anda mampu bayangkan. Pandang dari pelbagai sudut, dari yang paling dasar sampai pada sisi luarnya misal dalam hal ini kemasan, bentuk dan jenis kemasan, script pada kemasan, warna, cara kemasan dan sebagainya. Pendeknya, sungguh saya memohon agar Anda hapal di luar kepala hal apa pun yang terkait produk Anda. Ingatlah selalu produk Anda mencerminkan integritas Anda untuk memasuki pasar ekspor.

Suatu kali saya berkunjung ke sebuah pabrik handicrafts yang telah tidak beroperasi. Sang empunya pabrik meminta saya datang, kalau-kalau ada produknya yang masih bisa direkayasa ulang untuk memasuki pasar ekspor. Saya minta padanya menunjukan produknya. Begitu saya melihat saya merasa prihatin bagaimana mungkin produk handicraftsnya diproduksi dengan asal-asalan banget. Bekas lem belepetan disana-sini, potongan produk kagak simetris dan tidak standar antara satu dengan yang lain. Saya menyampaikan dengan berat hati bahwa semuanya harus dimulai dari awal lagi sebab dengan produk seperti ini tidaklah mungkin memasuki pasar ekspor.

Banyak orang di luar sana pengin banget masuk pasar ekspor ; keinginan saja sungguh tidaklah cukup. Untuk itu diperlukan kesiapan diri Anda dan produk Anda. Singkatnya saya mau menambahkan pertanyaan berikutnya bagi Anda. Ini pertanyaan pamungkas, yaitu : jika diri Anda pembeli di negeri antah berantah sana, maukah Anda membeli produk Anda ? Jika Anda menjawab jujur : mau, itu artinya produk Anda sudah siap dipasarkan. Jika Anda bilang : tidak mau, itu artinya produk Anda mutlak harus dibenahi.  

~ by buyingagent on April 20, 2008.

Leave a Reply