BASIC 04 : JALAN-JALAN KE PAMERAN

Dari tiga tulisan saya sebelumnya, saya mengharapkan Anda telah dapat menangkap apa yang saya rindukan untuk Anda peroleh. Yakni untuk memasuki pasar ekspor dimulai dari dalam diri Anda sendiri, proses ini jelas membutuhkan waktu dan terakhir adalah integritas. Pertanyaan yang pasti timbul dalam pikiran Anda : jika demikian, kapan dong jadinya. Maaf saya tidak ingin terburu-buru.

Hari ini, saya akan ajak Anda berjalan-jalan mengunjungi sebuah pameran dagang khusus untuk ekspor. Katakanlah demikian. Jika Anda termasuk orang yang sulit membayangkan, mohon pejamkan mata Anda sejenak dan tarik napas. Bayangkan kita sekarang sudah berada di dalam sebuah hall pameran dagang yang dipenuhi oleh pengunjung dalam dan luar negeri.

Saya mau katakan pada Anda bahwa semua peserta yang berpartisipasi dalam pameran ini seluruhnya ingin mengekspor produknya. Mereka yang baru pertama kali tampil dan yang sudah berkali-kali tampil. Saya tidak ingin mengajak Anda memasuki booth yang sudah berkali-kali tampil. Karena percuma bagi Anda. Saya akan mengajak ke sebuah booth milik sebuah perusahaan yang tampaknya baru pertama kali tampil.

” Selamat siang, Bapak “  Sapa saya pada seseorang yang menjaga booth, Anda berdiri disamping saya sambil memperhatikan. ” Bagaimana Bapak apa sudah ada order ? “  Tanya saya lagi. Bapak yang memakai kemeja batik ini menggeleng tapi tetap tersenyum penuh semangat. Maklum, ini hari pertama pameran.

Lalu setelah berbasa-basi sejenak, kita berdua memperhatikan produk yang digelar. Yaitu furniture indoor. Saya banyak bertanya tentang spesifikasi, finishing, model dan sebagainya. Kemudian ketika saya tanya harga sebuah produk yang cantik terletak di sudut. Cepat Bapak ini menjawab, mohon Anda perhatikan jawabannya ; ” Harganya delapan ratus ribu Pak.” 

” Maksud Bapak delapan ratus ribu dollar ?  “ 

Bapak tersebut tertawa pelan, ” Ya rupiah Pak … “   

” Ini harga FOB atau bagaimana Pak ? “  Tanya saya tidak mengerti.

” Ya pokoknya harga jual Pak, barang diambil di pabrik saya “  Katanya mantap.

” Bapak punya daftar harga FOB ?  “  Tanya saya lagi, Bapak menggeleng dan bilang pokoknya produk mana yang menarik buat saya tinggal tunjuk dan akan diberitahu harganya. Ketika saya tanya soal bentuk kemasan, ukuran volume dan sebagainya ; Bapak bilang : ” Ya, itu belakangan saja pasti nanti diberikan … “

Anda tersenyum pada saya. Saya tersenyum pada Anda. Demi kesantunan daripada kita tertawa terbahak-bahak di depannya maka kita cepat-cepat pamit. Dan di luar booth mereka kita berdua tertawa lepas.

Nah, itulah keadaan yang kerap kali saya jumpai ketika berkunjung ke pameran dagang. Ajaibnya itu berlangsung bertahun tahun. Selalu saja peserta baru tidak melengkapi dirinya dengan baik. Akibatnya saya kerap merenung bahwa untuk mengikuti sebuah pameran dengan booth standar tidaklah murah ; jadi buang-duang duit. Maknanya bukan karena ikut pameran harus mempersiapkan diri, tapi mestinya karena ingin memasuki pasar ekspor kita harus dan wajib mempersiapkan diri kita dengan baik.

Mempersiapkan diri dalam hal apa ?  Saya akan menuliskannya bagi Anda dalam kesempatan berikutnya.

 

~ by buyingagent on April 14, 2008.

Leave a Reply