BASIC 02 : MEMASUKI PASAR EKSPOR MEMBUTUHKAN WAKTU

Mari belajar dari salah satu acara di sebuah televisi swasta. Acara tentang desain rumah. Para pemirsa akan terpesona bagaimana sebuah rumah demikian apik serta nyaman buat ditinggali. Entah itu bergaya minimalis, klasik, eklektik dan seterusnya. Tapi tahukah Anda bahwa terlepas dari tampilan desain nan mempesona  sesungguhnya dibalik ini semua adalah kemampuan finansial yang empunya rumah yang membiayai seluruh tetek bengek pembangunan rumah ini. Itulah mengapa sang rumah sampai masuk televisi segala.

Jadi kerap kali mata kita suka mendustai diri kita. Kita kagum pada apa yang kita lihat, tapi kita cenderung memandang remeh apa yang tidak dapat kita lihat. Kini kembali pada soal pemasaran ekspor. Ketika kita melihat sebuah perusahaan sukses melakukan ekspor secara rutin dan konsisten, kita kagum setengah mati dengan apa yang kita lihat. Tapi kita cenderung mengabaikan perjuangan serta pergumulan perusahaan ini ketika mengawali kegiatannya untuk melakukan ekspor. Yang bisa jadi itu lima atau bahkan sepuluh tahun lalu. Kini Anda ingin perusahaan Anda seperti perusahaan ini.

Keinginan Anda bukanlah dosa. Keinginan yang amat wajar. Tapi yang tidak wajar adalah kerap orang lebih suka hasil ketimbang proses. Untuk apa pun di Bumi ini adalah hasil yang luar biasa harus melalui proses panjang yang berdarah-darah. Konsep instant yang sedang marak saat ini bisa jadi solusi dan bisa jadi petaka. Sebab sepanjang yang saya ketahui kegiatan pemasaran ekspor adalah sungguh sama sekali tidak bersifat instant. Kelak Anda akan memahami mengapa saya berpendapat seperti diatas. Jadi untuk saat ini mohon Anda terima dulu pendapat ini. Kegiatan pemasaran ekspor membutuhkan ketekunan, konsistensi, tekad yang besar, pantang menyerah dan lebih dari segalanya yaitu  membutuhkan seluruh hal yang terbaik yang ada di dalam diri kita sendiri.

Suatu hari seorang pengusaha bertemu dengan saya dan bilang keinginannya agar perusahaannya      dapat memasuki pasar ekspor. Saya mengangguk-angguk. Tapi kepala saya sontak menggeleng ketika pengusaha ini bilang bahwa ia ingin hal itu terwujud sesegera mungkin. Karena desakannya saya bilang perlihatkan bukti-bukti yang membuat dirinya memiliki keinginan ‘edan’ seperti itu.

Saya meninjau pabrik dan kantornya serta produknya. Cukup dalam waktu lima belas menit saya bilang bahwa diri saya tidak sanggup mewujudkan keinginannya. Saya bukan David Copperfield. Tapi merupakan kenyataan bahwa saat ini bahkan lima tahun lalu, sebagian besar orang menginginkan bisa memasuki pasar ekspor sesegera mungkin. Dan sebagian kecil dari mereka menyadari bahwa untuk semuanya itu membutuhkan waktu.

Melalui tulisan ini, harapan saya adalah Anda berada dalam kelompok sebagian kecil orang yang menyadari bahwa memasuki pasar ekspor membutuhkan waktu. Mohon dimaklumi yang saya maksudkan waktu disini tidak dalam arti durasinya, melainkan ada kerangka waktu yang harus Anda lalui yaitu dari saat tekad itu dimiliki hingga saat diwujudkan ; artinya saat kontainer pertama Anda berangkat ke pelabuhan.

~ by buyingagent on April 13, 2008.

Leave a Reply